Profil Li Ziqi, Youtuber Berpenghasilan Rp 72 M yang Tinggal di Desa

Artvindernegi – Profil Li Ziqi, seorang Youtuber perempuan yang memutuskan tinggal di desa dan bertani ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya ia telah memiliki banyak subsciber dan videonya kerap trending. Pendapatan Li Ziqi disebut-sebut sangat fantastis.

Jika selama ini Youtuber perempuan identik dengan kehidupan glamor kaum urban dan dengan parasnya yang dipoles make up, mereka menampilkan gaya hidup perkotaan. Konsep Youtuber arus utama ini ditentang oleh Li Ziqi, perempuan 30 tahun asal Tiongkok.

Li Ziqi memilih jalan sunyi eksis di kanal Youtube dengan konsep tradisional ala perempuan dinasti Han. Walau demikian, situs Social Blade mencatat Li Ziqi berhasil meraup pendapatan hingga 5 juta dolar AS atau Rp 72 miliar per tahun dari kanal Youtube.

Kini Li Ziqi juga sudah berhasil menggaet 14,3 juta subsciber Youtube. Untuk lebih mengenalnya, simak profil Li Ziqi berikut ini.

Profil Li Ziqi

Profil Li Ziqi

Li Ziqi tinggal bersama kakek dan neneknya di pinggiran Mianyang, sebuah kota di bagian utara Sichuan. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Li Ziqi remaja harus merantau ke kota untuk bekerja sebagai pelayan dan merintis karir musik.

Namun setelah sang kakek meninggal, Li Ziqi memutuskan kembali dan berkarya dari desanya sambil menemani sang nenek. Kini, video yang dia unggah di channel Youtube juga tak jauh-jauh dari kehidupan sehari-harinya di desa.

Video dengan konten pedesaan

Dari unggahan videonya, kita dapat melihat aktivitas Li Ziqi yang begitu tradisional. Dia bisa memasak menggunakan tungku dengan menyembelih hewan piaraan.

Gadis itu juga mempraktikkan cara membuat pakaian dari bulu domba. Tidak hanya itu, Li Ziqi bahkan dapat membuat skin care dan make up dari aneka bahan alam.

Konten video Li Ziqi makin apik dengan paduan pemandangan indah khas desa. Deretan pegunungan berpadu dengan hamparan pepohonan hijau.

Sesekali kabut menyapa menandakan suasana yang dingin namun tetap asri. Ada juga hutan dengan deretan bunga yang mekar, pekarangan penuh mawar lengkap dengan peternakan kecil di rumahnya.

Para penonton videonya benar-benar dimanjakan dengan pemandangan seperti di negeri dongeng. Tak heran rata-rata setiap satu unggahan videonya di kanal Youtube bisa ditonton hingga belasan juta orang.

Ketrampilan Li Ziqi dalam Memasak

Konten mengenai cara memasak banyak diunggah Li Ziqi. Dia kerap memamerkan keahliannya mengolah makanan tradisional Tiongkok. Gadis 30 tahun itu bisa memasak kepiting, mie, daging sapi, dan bebek yang semuanya menggunakan bahan baku alami. Minuman teh yang disajikan pun dia buat dengan mengolah tumbuhan yang ada di sekitar hutan.

Cara mengolah makanan ini makin memukau karena Li Ziqi juga pandai piawai menggunakan pisau aneka ukuran dan menyulut api di tungku. Sejumlah penonton bahkan sempat menjulukinya sebagai food vlogger yang kerap tampil makan bersama neneknya di pekarangam rumah yang asri.

Kini siapa sangka bocah yang dulu harus banting tulang menghidupi keluarganya, menanggung rasa sakit karena ditinggal orang tuanya sejak belia sudah menjadi milirader.

Saat masa kecilnya, Li Ziqi kecil sempat daging dan garam sebagai cadangan bahan makanan kini memiliki asisten dan videografer pribadi untuk profesinya sebagai Youtuber.

Itulah profil Li Ziqi, YouTuber perempuan yang memiliki konten video pedesaan dan disebut-sebut berpenghasilan Rp 72 miliar per tahun.

5 Fakta Selebgram Ambon “Live” Video Porno di Medsos, Libatkan Anak Anggota TNI hingga Akan Dinikahkan

Artvindernegi.com – Seorang selebgram asal Kota Ambon berinisial VWS (20) membuat konten video porno secara live di media sosial bersama dengan kekasihnya, JP (25).

5 Fakta Selebgram Ambon "Live" Video Porno di Medsos

Mereka membuat video porno “live” dari sebuah hotel di Kota Ambon pada Jumat (12/11/2021). Polisi turun tangan dan memeriksa pasangan kekasih tersebut.

Tak hanya, itu polisi juga menyita barang bukti berupa ponsel yang digunakan untuk membuat video porno oleh pasangan tersebut.

1. Libatkan anak anggota TNI

VWS adalah karyawan sebuah perusahan swasta dan kekasihnya JP tercatat sebagai seorang mahasiswa. Kapendam XVI Pattimura Ambon Kolonel ARH Adi Prayogo choirul Fajar membenarkan jika ayah dari perempuan pelaku video porno tersebut adalah anggota TNI.

Terkait kasus tersebut, ia mengatakan bahwa TNI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Iya memang VMS Itu bapaknya anggota TNI, Tapi dirinya bukan lagi bagian keluarga besar TNI, tegas Kapendam di kerjanya Rabu (17/11/2021) dikutip dari Tribun Ambon. Menurutnya orang tua VMS sudah bercerai sejak sang anak duduk di kelas 3 SD. “Jadi VMS ini anak dari istri pertama bapaknya, saat mereka berpisah, VMS ikut mamanya, otomatis dia adalah warga sipil,” tegasnya.

2. Untuk bersenang-senang

Panit Siber Crime Ditkrimsus Polda Maluku Ipda Heny mengatakan mereka membuat video itu dalam keadaan sadar dan tak dipengaruhi minuman keras atau narkoba. “Dalam keadaan sadar. Jadi videonya itu dibuat pas tanggal 12 November jadi bukan kemarin. Kemarin itu pas videonya viral,” tutur dia. Kepada petugas keduanya mengaku sengaja membuat video tersebut hanya untuk kesenangan dan bukan untuk kepentingan komersial. “Motifnya kalau dari keterangan mereka hanya untuk bersenang-senang bukan untuk dikomersialkan,” ujar Heny.

3. Diperiksa selama 5 jam

5 Fakta Selebgram Ambon "Live" Video Porno di Medsos

Selebgram VWS dan JP sempat diamankan di Kodim Pulau Ambon. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku. Pemeriksaan kurang lebih berlangsung selama lima jam. Setelah itu mereka dikembalikan ke orangtua masing-masing.

“Nah setelah selesai klarifikasi dari anggota siber kami akan kembalikan lagi ke Ajendam karena salah satu orangtua pelaku bertugas di sana untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Panit Siber Crime Ditkrimsus Polda Maluku Ipda Heny.

Meski demikian, polisi akan menindaklanjuti kasus ini. “Terkait penanganan dari pihak kepolisian tetap kami akan tindak lanjuti, jadi perlu lagi saya tekankan kami datangkan pelaku video itu di Krimsus karena ini memang ranah kami,” kata Heny.

4. Akan dinikahkan

Ditkrimsus Polda Maluku mempertimbangkan penerapan restorative justice untuk kasus tersebut. Langkah ini mengedepankan pendekatan pelaku dengan korban dan masyarakat untuk mencari solusi dan pada pola hubungan baik di masyarakat.

“Kita belum mengambil langkah (proses hukum), kita masih pelajari dulu,” kata Dirkrimsus Polda Maluku Kombes Pol Eko Santoso, Rabu (17/11/2021).

Dia mengakui adanya unsur pidana yang dilakukan oleh pelaku. Namun, pihak orangtua berencana menikahkan keduanya.

“Unsur pidananya ada, tapi kita juga kan ada restorative justice itu, makanya kita masih pelajari karena orangtuanya mau mengawinkan mereka,” ujarnya.

“Intinya kita belum mengambil langkah kita masih pelajari apakah bisa atau tidak seperti itu (restorative justice), kita pelajari dulu,” tambahnya.

5. Polisi buru penyebar video mesum

Aparat kepolisian tengah memburu penyebar video pornografi selebgram Ambon yakni JP (25) bersama kekasihnya VWS (20).

“Kita masih mencari siapa perekam dan penyebarnya,” ujar Kombes Pol Eko Santoso saat dikonfirmasi Tribun Ambon.com, Rabu (17/11/2021) Siang.

Pelaku penyebar terancam dipidana karena dengan sengaja merekam adegan tak senonoh kemudian menyebarluaskannya.

“Untuk pelaku nanti kita akan kenakan Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE ancaman hukuman 6 tahun dan denda 1M,” kata dia.

4 Tokoh Nasional Kecam LSM LibForAll Buat Artikel Adu Domba

Jakarta, Artvindernegi — Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Amin Abdullah, dan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta Abdul Munir Mulkhan menolak dikaitkan dengan LSM LibforAll Foundation atau organisasi lain yang dipimpin atau didirikan oleh C. Holland Taylor.
Keempat tokoh tersebut mendesak nama mereka dihapus dari pelbagai publikasi maupun dari situs resmi yang diterbitkan LibforAll.

4 Tokoh Nasional Kecam LSM LibForAll Buat Artikel Adu Domba

“Saya termasuk yang menolak diasosiasikan dengan LibforAll. Artikel, situsnya atau diklaim dipakai namanya untuk mendapat dana, dukungan pihak tertentu dan sebagainya,” kata Azyumardi kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/11).

Dalam keterangan resmi empat tokoh itu, penolakan bermula ketika situs web Bayt ar-Rahmah mempublikasi sebuah artikel diduga bernada tuduhan dan berpotensi mengarah kepada adu domba.

Artikel itu berjudul “Political Communiqué: 2021_10_28_Nahdlatul Ulama Circular Letter: Executive Summary”. Tulisan tersebut didistribusikan secara luas melalui alamat email LibForAll Foundation dan turut ditayangkan di situs Bayt ar-Rahmah.

Dalam artikel itu terdapat pernyataan bernada tudingan yang menyebutkan “…sebuah surat edaran yang didistribusikan kepada mereka yang memimpin Nahdlatul Ulama, sebagai respons terhadap upaya oleh Institut Leimena, suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbasis di Jakarta dan penyokong-penyokong asingnya – Institute for Global Engagement (IGE) dan American Jewish Committee (AJC) yang berbasis di Amerika Serikat – untuk memanfaatkan Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama Indonesia yang sangat kuat dalam menjalankan suatu agenda yang berpotensi memecah belah dengan didikte oleh aktor-aktor asing, yang hendak mengubah lanskap sosiokultural, agama, dan politik Indonesia yang kompleks.”

Keempat tokoh tersebut melalui kuasa hukumnya Maruarar Siahaan melayangkan surat penolakan tegas kepada LibForAll Foundation yang bermarkas di Amerika Serikat pada 19 November 2021. Surat tersebut ditujukan kepada CEO dan Chairman, LibforAll, C. Holland Taylor

“Kami mengungkapkan keterkejutan dan ketidakpercayaan kami ketika membaca artikel yang didistribusikan LibForAll dan ditayangkan di situs web Bayt ar-Rahmah tersebut,” demikian siaran pers bersama keempat tokoh nasional yang dikirimkan oleh Kantor HukumMaruarar Siahaan & Partners, Senin (29/11).

Mereka berempat mendapati tiga persoalan serius dalam artikel tersebut. Pertama, pernyataan bernada tuduhan dalam artikel itu tidak ada dalam Surat Edaran PBNU tanggal 20 September 2021. SE PBNU itu intinya hanya bersifat koordinasi agar kerja sama dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC) terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dan mendapat persetujuan langsung dari PBNU.

Hal itu turut diperjelas dalam surat balasan PBNU nomor 4268/B.III.02/11/2021 tertanggal 22 November 2021 kepada AJC. PBNU, kata mereka, sama sekali tidak menuduh ada masalah apa pun di pihak AJC, IGE, dan Institut Leimena. Bahkan, PBNU menegaskan mendorong kerja sama dengan pihak manapun. Sepanjang berkomitmen untuk penegakan Hak Asasi Manusia, demokratisasi, perdamaian, dan kemanusiaan.

4 Tokoh Nasional Kecam LSM LibForAll Buat Artikel Adu Domba

Kedua, empat tokoh itu menilai sumber yang tertulis dalam artikel Bayt ar-Rahmah/LibForAll itu tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya yang bernada tuduhan.

“Bagi kami pernyataan tersebut membingungkan, tidak pantas dan berlebihan, karena mengandung tuduhan tanpa dasar,” demikian pernyataan mereka.

Terakhir, keempat tokoh itu menilai CEO LibForAll, C. Holland Taylor tak pernah mengajak berkomunikasi terlebih dulu terkait penyebaran artikel tersebut. Diketahui, keempat tokoh ini tercantum dalam Board of Advisors LibForAll Foundation di situs resmi LibforAll.

Bahkan, mereka tidak pernah diajak berkonsultasi untuk memperoleh nasihat terkait kebijakan atau kegiatan LibForAll selama bertahun-tahun.

“Kami tidak ikut bertanggung jawab seandainya terdapat akibat-akibat hukum yang timbul, jika pernyataan tersebut mengandung pelanggaran menurut hukum di Indonesia dan di manapun,” kata keempat tokoh tersebut.

Di sisi lain, mereka menilai langkah untuk menjauhkan diri secara terbuka dari Holland Taylor dan seluruh organisasinya ini bukan untuk kepentingan pribadi. Melainkan bagi kepentingan bangsa dan negara.

“Ini perlu menjadi peringatan bagi kita semua agar tidak mudah terbawa hasutan dan senantiasa menjaga persatuan bangsa, termasuk dari lembaga asing seperti LibForAll dan Bayt arRahmah yang menyebar tuduhan tak berdasar dan bernada adu domba,” ujarnya.

 

Profil Nessie Judge, YouTuber Konten Horor yang Tengah Viral setelah Diselingkuhi Kekasih

Nessie Judge sedang menjadi trending topik di jagat internet.

YouTuber yang terkenal dengan konten seram ini tengah dibicarakan lantaran diduga diselingkuhi oleh mantan kekasihnya, Bram Panji.

Lalu, siapa sih Nessie Judge itu? Yuk kenalan dengan YouTuber terkenal ini lewat fakta-fakta berikut!

Profil Nessie Judge

Yuk simak profil Nessie Judge melalui deretan fakta berikut ini!

1. Awali Karier dari Vlog

Meski dikenal dengan tema horor, Nessie Judge mengawali kariernya sebagai vlogger.

Nessie mengaku dirinya terjun menjadi content creator karena ingin mengenang masa internship-nya di Eropa.

Nessie pun mulai mengunggah vlognya pada tahun 2012 lalu.

2. Memiliki Darah Blasteran

Profil Nessie Judge

Nessie Judge sendiri dikenal memiliki darah blasteran.

Lewat profil Instagramnya, Nessie mengaku memiliki darah Indonesia, Belanda, Pakistan dan Cina.

3. Makin Dikenal Lewat Konten Horor

Seperti yang sudah diketahui, Nessie Judge mengawali kariernya di dunia YouTube lewat vlog internship-nya di Eropa. Namanya pun mulai melejit setelah ia mengunggah video belajar bahasa Inggris.

Namun beberapa tahun terakhir, ia membuat segmen seram bernama horor yang ia namakan Nerror (Nessie Horror).

Lewat segmen itu, namanya pun makin melejit. Hingga artikel ini dibuat, ia memiliki tak kurang dari 8 juta subscribers di YouTube.

4. Bisa Main Musik

Selain terkenal sebagai content creator, Nessie Judge ternyata juga lihai dalam bermusik, lho!

Ia memiliki single berjudul “Yours Truly” yang bisa didengarkan di Spotify!

5. Sosok yang Sayang Keluarga

Profil Nessie Judge

Nessie Judge sendiri terkenal dengan sosok yang sayang dan dekat dengan keluarga. Ia kerap mengunggah momen kebersamaan dan liburan bersama dengan adiknya.

Nessie sendiri memiliki 3 orang adik bernama Noreen, Nazneen dan Nilover Judge.

6. Jarang Ekspos Hubungan Asmara

Meski tengah diperbincangkan mengenai karena isu diselingkuhi, Nessie Judge sendiri merupakan sosok yang tertutup ketika berhubungan dengan asmara.

Meski demikian, bukan rahasia bahwa ia dan sang mantan kekasih sudah menjalin hubungan setidaknya 6 tahun.

7. Beberkan Alasan Putus

Nessie Judge baru-baru ini mengunggah sebagian kecil alasan dirinya putus dengan Bram Panji.

Dalam sebuah rangkaian cuitan, Nessie menulis Bram menjemput beberapa perempuan dengan menggunakan mobilnya.

Dari situ, warganet menyimpulkan mantan kekasih Nessie itu selingkuh.

Cerita ini semakin heboh ketika warganet juga mengetahui Bram telah mengunggah foto prawedding bersama dengan kekasih barunya.

Diketahui, beberapa saat setelah mengunggah, Nessie pun menghapus sebagian besar cuitannya. Namun, seorang warganet sempat mengabadikan cuitan itu dan kemudian menyebarkan di Twitter.

Virgil Abloh dan Warisan Teori Tiga Persen Dunia Fashion

Jakarta, CNN Indonesia — Virgil Abloh, pendiri label Off-White dan desainer untuk Louis Vuitton lini menswear meninggal dunia. Di usianya yang ke-41, dengan label miliknya yang bahkan belum berumur satu dekade, pengaruhnya telah merambah hingga di luar dunia fashion.
Di runway, ia mungkin terkenal bukan dari segi desain yang luar biasa atau belum pernah ada sebelumnya; bukan pula dari teknik jahitan atau material yang sama sekali baru. Kekuatan dari Virgil Abloh terletak pada sensitivitasnya pada budaya pop dan streetwear serta relevansi karya-karyanya di konteks sosial budaya yang lebih luas.

Virgil Abloh juga mencatatkan sejarah di dunia mode kelas atas. Ia menjadi desainer kulit hitam pertama yang mengepalai sebuah rumah mode legendaris Prancis Louis Vuitton untuk lini menswear. Di tengah-tengah diskusi tentang keberlanjutan dan inklusivitas yang kini menjadi ‘hot topic’, Virgil Abloh menjadi salah satu ground-breaker di industri fashion, industri yang sering kali dinilai rasial.

Virgil Abloh dan Warisan Teori Tiga Persen Dunia Fashion
Virgil, seorang kulit hitam Amerika, dibesarkan di pinggiran kota di luar Chicago, merupakan anak dari imigran asal Tema, Ghana, dan merupakan lulusan teknik sipil di University of Wisconsin-Madison dan kemudian mengeyam pendidikan master di jurusan arsitektur di Institut Teknologi Illinois. Ia menjadi kolaborator Kanye West selama satu dekade, dan mendirikan label Off-White di 2013. Satu-satunya pendidikan formalnya di dunia fashion adalah magang di Fendi di 2009 lalu.

Melalui Off-White, ia membangun kariernya fashion dengan dasar estetika street wear, baju-baju dengan potongan uniseks, hoodie, serta sneakers. Koleksinya digilai anak-anak muda di seluruh dunia.

Kolaborasinya dengan Nike selalu menjadi buruan para fans dan habis terjual hanya dalam beberapa menit. Satu yang paling ikonik, sabuk kanvas berwarna kuning menyolok sepanjang 155 sentimeter yang menjuntai menjadi salah satu penanda camp Abloh di kalangan skateboarder.

Barang-barang dengan print kata-kata bertanda kutip menjadi ciri khasnya, sepatu boots bertuliskan “MADE FOR RIDING”, “FOR MONEY” yang tertera di dompet kulit, atau “SHOELACES” yang tertera di setiap tali sepatu karyanya. Terlihat sederhana, tapi justru tak ada yang pernah melirik kesederhanaan dan ide unik ini sebelum dia.

Karyanya berangkat dari hal-hal yang normal, penemuan sehari-hari yang dibuat karena kebutuhan, fungsionalitas, dan solidaritas. Ia membuat kelaziman menjadi unik. Ia menempatkan ironi dan menjadikannya digemari.

Ikonografi serta simbol anak panah dan garis hitam-putih yang tercetak di kaos, jaket, hingga masker kain sebenarnya bukanlah hal yang sama sekali baru dan bisa ditemui di banyak tempat, namun Virgil Abloh membuatnya menjadi penanda, layaknya tanda tangan yang unik yang akan selalu diasosiasikan dengan label Off-White miliknya.

Setiap kali ada fashion show Off-White di Paris, banyak fans di depan venue yang mayoritas anak-anak muda yang memakai kaos double-arrow, dengan sabuk Industrial, dan sneakers dengan label yang menjuntai.

Teori Tiga Persen Virgil Abloh

Virgil Abloh dan Warisan Teori Tiga Persen Dunia Fashion

Meski populer, tidak sedikit pegiat industri fashion yang mengkritiknya. Salah satu hal yang paling membuat orang-orang mode kesal tentang metode Abloh adalah kecenderungannya untuk mencari jalan pintas.
Koleksinya dinilai tidak original dan copy-paste dari desainer lain. Beberapa bahkan menyebutnya copycat, desainer yang malas yang hanya memodifikasi produk-produk dengan yang sudah ada. Namun soal ini, dia tampak tak ambil pusing. Dia punya teorinya sendiri soal desain.

Virgil menyebutnya “pendekatan tiga persen”, sebuah teori yang diciptakannya untuk koleksi musim panas 2019. Dalam pandangannya, mengubah desain sebanyak tiga persen sudah cukup untuk membuat benda tersebut memenuhi syarat untuk menjadikannya ciptaan yang baru. Bahkan ketika ia menjadi pembicara di Universitas Harvard, ia menyebutnya sebagai cheat code, atau kode untuk ‘mencurangi’ aturan tak tertulis dan tak baku bahwa desainer harus selalu membuat sesuatu yang benar-benar baru. Ia membuat konsumen fashion mempertanyakan konsep originalitas, atau yang ia sebut dengan “un-design”.

“Siapakah yang melakukan sesuatu untuk pertama kali?” atau “Apakah ada sebuah hal yang benar-benar baru?”

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang selalu muncul di setiap koleksinya, termasuk melalui essaynya yang ia luncurkan bersamaan dengan koleksi Louis Vuitton menswear musim dingin 2021. Saat itu desainer lain hanya mengeluarkan show note yang terdiri dari hanya beberapa lembar, Virgil Abloh mengeluarkan essay sepanjang 71 halaman, yang memuat ide-ide dan pemahamannya akan konsep seni, modernitas, hingga proses desain, termasuk di dalamnya ‘The vocabulary according to Virgil Abloh’ yang berisi kosa kata dan konsep-konsep yang ia coba definisikan, seperti definisi ‘Bag’, ‘Streetwear, ‘Greenhouse Effect’, dan ‘Afrosurrealism.’

Virgil Abloh juga merupakan desainer yang juga sibuk dengan proyek di luar fashion. Selain dari dua pekerjaan sehari-harinya di Off-White dan Louis Vuitton dan juga kolaborasi dengan Nike, Champion, Equinox, Jimmy Choo, Sunglass Hut, hingga Ikea dan McDonald’s dia juga punya kesibukan lain sebagai seniman.

Karya-karya seninya ditampilkan di Museum Seni Kontemporer Chicago, Galerie Kreo di Paris, Gagosian, hingga Louvre. Virgil juga seorang DJ kelas dunia, dan pernah mengolah musik di CircoLoco di Ibiza, Jimmy’z di Monte Carlo, Coachella, Sub Club di Glasgow dan di bulan Mei 2019 ia bahkan menjadi DJ di Potato Head Beach Club di Bali.

Off-White juga membuka butik mereka di Jakarta pada 14 Februari 2019 (di seluruh daratan Eropa, Off-White hanya memiliki butik di 11 kota saja). Sebulan kemudian ia meluncurkan koleksi drop eksklusif bertajuk “TRIPPY”, koleksi hoodie, kaos, hingga sarung ponsel berwarna putih dengan pola print berwarna pelangi. Beberapa produk Off-White bahkan dibuat di Indonesia, seperti sepatu seri Vulcanized.

Virgil mengungkapkan, keberaniannya membuka butik di Jakarta dan memproduksi sepatu di Indonesia tak lain karena ia melihat melihat potensi dan ‘vibrant youth’ di Indonesia.

“Tentu saja. (Saya ingin kembali) bertemu dengan anak-anak muda yang luar biasa kreatif di Indonesia”, katanya kala itu.

Kini, desainer polymath itu telah pergi. Namun dengan karirnya yang relatif singkat di industri fashion dan seni kontemporer, ia meninggalkan warisan yang lebih penting dari sepasang sneakers atau sepotong kaos. Ia menunjukkan bagaimana memaknai sebuah desain yang lahir dari kolaborasi, inovasi, dan pentingnya fungsi, dan tidak semuanya harus melulu baru.

error: Content is protected !!